Tanah Rejang Salah Satu Habitat Bunga Raksasa Raflesia Arnoldy (Sekedei) dan Bunga Bangkai (Kibut/ Amorphopalus Titanum)

Bunga Raflesia dalam bahasa Rejangnya di sebut Bungei Sekedei adalah sangat berbeda dengan Bunga Bangkai (Amorphopalus Titanum) yang dalam bahasa Rejangnya di sebut Bungei Kibut.
Dua species berbeda ini juga tumbuh di Tanah Rejang.
Saya lampirkan kedua poto bunga tersebut agar tidak ada salah pendapat di masyarakat yang selama ini salah mengartikan bahwa bunga Raflesia adalah bunga Bangkai. Perbedaan ini juga jelas dari Nama, bentuk dan cara perkembangbiakannya.
Raflesia adalag tumbuhan parasit yang butuh inang buat berkembang biak, sedangkan bunga bangkai murni bisa tumbuh sendiri karena memiliki umbi yang bisa di tanam, oleh sebab itu bunga bangkai jadi rebutan kolektor dan kebun raya untuk di koleksi karena bisa di kembang biakan seperti di kebun raya Bogor.

ini adalah poto bunga Raflesia Arnoldy dan bunga bangkai yang tumbuh di bagian Tanah Rejang, di ambil dari blog milik Ferry, mudah mudahan ferry tidak keberatan poto dokumennya di puplikasi di blog ini

Mengenai asal nama bunga Raflesia Arnoldy berikut saya petik dari website diknas Propinsi Bengkulu:

BUNGA RAFFLESIA ARNOLDI
Sir Thomas Stamford Raffles diangkat menjadi Gubernur Bengkulu pada tahun 1818. Dia tiba di Bengkulu pada bulan Maret 1818 didampingi oleh isterinya Lady Sophia Raffles dan seorang Kepala Adat Jawa Raden Rana Dipura. Dalam perjalanan dari Inggeris ke Bengkulu, Lady Sophia Raffles melahirkan seorang anak perempuan yang diberi nama Charlotte Sophia Tanjung Segara Raffles. Ketika Raffles tiba di Bengkulu dia menemukan Bengkulu yang luluh lantak akibat gempa bumi, oleh karena itu kota Bengkulu disebut dengan istilah “Tanah Mati”. Namun setelah itu, Raffles bersama-sama dengan rakyat Bengkulu membangun dan membangkitkan kembali Kota Bengkulu dari puing-puing Tanah Mati. Gubernur Raffles bertugas di Bengkulu selama 6 tahun, yaitu dari tahun 1818 sampai tahun 1824. Selama bertugas di Bengkulu Raffles banyak melakukan perjalanan ke daerah-daerah pedalaman. Dalam salah satu perjalanannya, Raffles dengan didampingi isteri dan Dr. Arnold (pakar Botani), singgah di Desa Pulau Lebar, Lubuk Tapi (Bengkulu Selatan). Di desa inilah Raffles menemukan bunga yang berukuran sangat besar dan indah. Penduduk setempat menamakan bunga ini Petimun Sikinlili Atau Sirih Hantu. Bunga tersebut kemudian diberi nama Rafflesia Arnoldy, diambil dari nama Raffles dan Dr. Arnold. Bunga Rafflesia Arnoldi saat ini sudah menjadi simbol Propinsi Bengkulu yang dikenal dengan nama “Bumi Rafflesia”. Bunga Rafflesia pada masa kini masih sering ditemukan di Kawasan Hutan Lindung Rejang Lebong dan Desa Talang Tais di Kecamatan Kaur Utara (Bengkulu Selatan).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: