Paksi Pak Skala Brak

. SEJARAH PAKSI PAK SEKALA BRAK..

Dimulai dari kedatangan putera putera Ratu Ngegalang Paksi dari Samudera Pasai untuk menebarkan agama Islam di bumi Sekala Brak yang berjumlah 8 orang. Mereka menaklukkan penduduk aseli yang dikenal dengan sebutan: Suku Tumi dengan Pimpinannya bernama Umpu Sekekhummong yang gagah berani namun akhirnya menyerah.
Suku Tumi ini masih menganut kepercayaan Animisme dengan menyembah Kayu Belasa Kepappang sebagai Dewa mereka yang oleh Putera putera Ratu Ngegalang Paksi kayu tersebut ditebang dan dijadikan tempat duduk yang disebut Pepadun. Pepadun ini sampai sekarang masih ada yaitu dipakai apabila salah seorang dari Sai Batin Paksi Pak menobatkan putranya menjadi Sai Batin. Sesuai perjanjian Keempat Paksi Pepadun ini disimpan di rumah anak mentuha paksi yaitu Buay Benyata yang berkedudukan dipekon Luas. Ada istilah : Pak Cumbung Kelima Sia untuk menggambarkan Paksi Pak dan Buay Nerima. .
Sayangnya oleh Paksi Buay Belunguh dizaman Sai Batinnya Pangeran Ahmad Syafei gelar Suttan Pikulun, pepadun tersebut disimpannya di Gedung Kenali malah oleh Keturunannya diklaim mereka sebagai salah satu Memanoh atau barang pusaka mereka hingga sekarang.

Pada saat ini karisma pepadun tersebuit sudah sirna, dan tercemar, baik sebagai tempat penobatan Sai Batin maupun sebagai barang pusaka, karena seringnya Pepadun tersebut dipreteli atau dipappakh oleh tangan tangan jahil yang tak bertanggung jawab, untuk dijadikan penangkal racun dan lain sebagainya . Oleh sebab itu menurut filosofis adat , sebuah singgasana yang sudah dirobek robek atau dipappakh ?pappakh sudah hilang tuah kebesarannya dan diyakini apabila Pepadun tersebut akan dijadikan tempat Singgasana saat Penattahan Adok Sai Batin sebagaimana dahulu kala, maka kemungkinan besar kekuasaan dan kebesaran Sai Batin di zamannya akan terkoyak – koyak, terpecah belah dan tercerai berai. Oleh karena itu Pepadun itu tinggal jadi tanda untuk bahan cerita sejarah saja, dan tidak bisa dipergunakan lagi , karena tidak memberikan simbul kesempurnaan lagi.

Ratu Ngegalang Paksi ini mempunyai 8 (delapan) orang anak .
Dari istri pertama 4 orang , yaitu :
1. Umpu Pernong,
2. Umpu Belunguh.
3. Umpu Bejalan Diwai,
4. Umpu Nyerupa

Dari istri kedua juga 4 orang anak , yaitu :
1. Si Gekhok
2. Si TambakKura
3. Si Petar
4. Si Kumambar.

Keempat anaknya yaitu :
1. Umpu Pernong,
2. Umpu Belunguh
3. Umpu Bejalan Diwai,
4. Umpu Nyerupa
menetap di Kerajaan Sekala Brak dan dikenal dengan nama?PAKSI PAK SEKALA BRAK. Mereka mendirikan Paksi masing masing sesuai dengan nama mereka . Sedangkan keempat anaknya yang lain mengembara tak tentu kemana pastinya.

Masing masing Paksi dalam Paksi Pak Sekala Brak mengurus Wilayah, masyarakat dan adat istiadatnya sendiri sendiri tak boleh mencampuri atau intervensi terhadap Paksi lainnya. Mereka mempunyai kedudukan dan peringkat yang sama. Tidak ada yang dituakan atau yang simudakan. Hal itu telah menjadi komitmen bersama. Apabila ada salah satu yang merasa Paksinya yang lebih Tua maka Paksi itu akan tulah dan dikutuk oleh Tuhan dan oleh Paksi lainnya. Komitmen tersebut masih berlaku sampai saat ini. Apabila salah satu Paksi sudah merasa lebih tua atau merasa lebih tinngi dari Paksi yang lain, maka saat itu Paksi Pak akan pecah dan tidak mufakat lagi.

2. SEKILAS MENGENAI PAKSI BUAY PERNONG

Satu kilasan sejarah kebesaran Paksi Buay Penong , sebagai salah satu cara Sai Batin menumbuh – kembangkan Percaya diri dan Harga diri kepada Jamma balak ni Saibatin.
Dan BERHASIL !!!
Paksi Buay Pernong mempunyai sejarah yang patut disyukuri dan dibanggakan namun bukan untuk disombongkan. Beberapa keturunan Umpu Pernong sangat menonjol dalam zamannya. Hal itu bukan saja dalam Pembinaan Ke Buayannya tetapi juga dalam melaksanakn Pemerintahan.selaku Pasirah Kepala Marga.

Sebagai contoh umpamanya: Pangeran Ringgau Gelar Pangeran Batin Pasirah Purba Jaya yang menjadi Sai Batin Paksi sekali gus sebagai Pasirah Marga Buay Kenyangan sejak Tanggal 1 juli 1852, mendapat Anugerah Sandang Mardaheka dari Gubernur General Hindia Belanda karena Jasanya menaklukkan Rejang Lebong dan Pasemah Lebar.
Beliau di Anugerahi : tongkat berhulu emas belambangkan Crown (mahkota), Pedang Pangeran juga bertatahkan mahkota, Bintang Jasa dan Selempang Sandang Mardaheka.

Disamping itu Pemerintah Hindia Belanda menganugerahkan gelar Pangeran kepada seluruh Keturunan Lurus Beliau yang Tertua, yang dituangkan dalam selembar Besluit Resmi dan menambahkan Gelarnya : BINDUNG LANGIT ALAM BENGGALA. .

Contoh lain:
Bagaimana tujuh orang pasukan Marga Sana yang kebanyakan adalah penduduk Buay Pernong dari dusun Canggu, menghabisi mata – mata (intelejen) Sultan Palembang yang ingin menyelusup kewilayah Buay Pernong. Dengan keampuhan pedang Semillau semua Mata mata Palembang tersebut dibunuh (ditikol) mereka.

Contoh lain adalah pantun: atau cicca !

ILIK-ILIK KEMASI
IKANG-IKANG HENAYANG
NYAKKU JI NENGAH NAKHI
ALAH KENUI MELAYANG.

MENA DO NIKU NGUKKUI ,
JO KENUI DIHUKHIMU.

3. Paksi Buay Pernong Paksi Pak Sekala Brak
Marga Buay Kenyangan dan Marga Batu Brak

Pengertian :
Sekala Brak berarti Tetesan yang mulia

Batu Brak berarti Batu yang mulia

Kenyangan berarti Kahyangan (tempat para dewa)

Batu Kenyangan berarti Batu yang turun dari Kahyangan / keturunan yang berasal dari kahyangan

Ketika Pemerintah Belanda dengan Politik Devide et Emperanya membagi bagi wilayah menjadi Marga termasuk Wilayah Paksi Pak,
Pangeran Batin Sekehandak tidak bersedia menamakan Marga Batubrak (Buay Kenyangan) dengan nama yang sama dengan nama Paksi Buay Pernong, karena baik Wilayah , masyarakat, maupun pengaruh Paksi jauh lebih luas dan lebih besar dari marga.
Nama Buay Kenyangan maupun Batubrak diambil darI nama batu Kenyangan yang sampai sekarang masih terdapat di Hanibung, yang merupakan pusat Paksi Buay Pernong dahulu kala.

Seorang Sai Batin mempunyai Kedudukan yang berbeda dengan Pasirah. Pasirah adalah struktur dalam pemerintahan sedangkan Sai Batin adalah aristokrat (bangsawan) pemegang kerajaan / adat beserta rakyat yang dimiliki dan diwariskan turun temurun.

4. KEDUDUKAN SAI BATIN

Sai Batin : keturunan lurus yang tidak terputus , tertua dari garis ratu.
(Bila tidak ada putera, diangkat Sai Batin puteri,diambilkan laki – laki dari luar (semanda – negakkon jurai).

Terdapat beberapa contoh yang pernah melakukan hal serupa diatas, antara lain:
HJ. Siti Fatimah Ratu Buay Pernong diambilkan suami dari Liwa bernama Merah Dani Dalom Nata Diraja, yang setelah di Buay pernong bernama H. Harmain Gelar Sultan Makmur.
Ratu Buay Bejalan Diway, Siti Asma Dewi Ratu Kemala Jagad, karena tidak mempunyai saudara laki – laki diambilkan suami dari Sukau yang bernama Nasrun Gelar Suttan Jaya Indera.
Di Paksi Buay Nyerupa pernah tidak ada anak laki – laki , di jaman Siti Rofi’ah diambilkan suami bernama Merah Hadis dari Liwa dan sekarang keturunannya meneruskan garis Paksi Buay Nyerupa saat ini yaitu : Salman Parsyi Gelar Sultan Jaya Ningrat.
Sai Batin adalah pemegang dan pemilik :
Adat beserta masyarakat adatnya
Wilayah dan hak wilayatnya
Alat serta perangkat kebesarannya

http://buaypernong.com/sejarah.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: