Aksara Nusantara

Indonesia memiliki beraneka ragam bahasa daerah, masing-masing memiliki aturan penulisan sendiri menggunakan aksara tradisionalnya yang khas. Apresiasi terhadap berbagai aksara tradisional ini masih tampak misalnya dari mata pelajaran bahasa daerah di tiap daerah. Penggunaan aksara-aksara tradisional ini di berbagai sudut kota juga merupakan bukti bahwa, walaupun aksara ini telah hampir sepenuhnya tergantikan oleh aksara latin, sebenarnya bangsa kita masih cinta dan bangga atas kekayaan negeri kita yang satu ini. Sebagai contoh, penggunaan aksara Jawa pada papan nama jalan di berbagai penjuru kota Surakarta dan Yogyakarta. Atau penerapan yang sama pada aksara Arab Melayu di kota Pekanbaru belakangan ini.

Aksara Jawa

Aksara Sunda

Berbicara tentang aksara tradisional, awal tahun 2008 ini diwarnai dengan dimulainya sebuah proyek sumber terbuka yang diberi nama Aksara Nusantara. Proyek yang dikomando oleh Pak Mohammad DAMT ini bertujuan membuat sistem yang baku untuk menciptakan, menyunting dan menampilkan dokumen elektronik berbahasa daerah di Indonesia menggunakan aksara tradisional masing-masing. Sistem penulisan dan penampilan dokumen akan mengikuti standar Unicode sehingga diterima secara universal di seluruh dunia.

Proyek ini merupakan tanggapan atas telah dicantumkannya beberapa aksara tradisional Indonesia ke dalam daftar Unicode, yaitu Aksara Bugis (Lontara) dan Bali, dan sedang diajukannya proposal pencantuman Aksara Sunda, Jawa, Batak dan Rejang.

Deskripsi Proyek

Saat ini proyek tersebut berfokus pada pembuatan fonta dan tabel SCIM (metoda input karakter standar di Linux) yang semuanya nanti akan dirilis di bawah GPL. Saat saya menulis tulisan ini, aksara Bugis telah dirampungkan oleh Pak Mohammad DAMT, sedangkan aksara Bali yang juga sudah tercantum dalam Unicode sepertinya belum ada yang mengerjakan. Untuk aksara Jawa, walaupun proposal Unicodenya belum diterima, sedang saya garap sedikit-sedikit fonta dan metoda inputnya. Dan kabar terakhir yang saya dengar di mailing list, Diki Niwatori sedang menggarap aksara Sunda.

Komputerisasi Aksara Tradisional Saat Ini

Saat ini sebenarnya komputerisasi aksara tradisional sudah dapat dilakukan. Bentuknya yang paling sering ialah pembuatan dokumen seperti laiknya dokumen dalam alfabet, namun menggunakan fonta-fonta yang mensubstitusi karakter-karakter alfabet aslinya dengan aksara tradisional tadi. Cara ini sudah cukup memadai jika tujuan akhir dari pembuatan dokumen tersebut ialah untuk pencetakan. Untuk dokumentasi dan arsip elektronik, dokumen tersebut hanya dapat disimpan dalam format rich text format ataupun jenis dokumen dengan pemformatan teks lainnya seperti format dokumen milik Microsoft Office, Open Office, dan format-format teks sejenis lainnya. Dengan kata lain, informasi aksara tersebut terletak paralel dengan aksara latin. Dan jika dokumen tersebut disimpan dengan teks murni (plain text), maka kita harus menukar fonta yang digunakan oleh program penyunting teks kita untuk beralih dari aksara latin (yang tentunya akan nampak tidak memiliki arti) ke aksara tradisional.

Unicode

Unicode ialah standar yang memungkinkan komputer secara konsisten menampilkan dan memanipulasi teks dalam berbagai sistem penulisan di dunia. Setiap glif dalam aksara yang sudah dimasukkan ke dalam daftar Unicode memiliki titik kode yang unik sehingga tidak tumpang tindih dengan karakter lainnya. Dengan kata lain, jika kita menyimpan informasi aksara tradisional sesuai dengan spesifikasi Unicode ini, informasi itu terletak seri dengan aksara latin dan dapat ditampilkan secara sekaligus dengan satu fonta.

Lembaga yang berwenang untuk mengkaji dan mengesahkan sebuah set aksara ke dalam daftar Unicode ini ialah Unicode Consortium. Unicode saat ini telah mengandung sekitar 100.000 karakter dari berbagai sistem penulisan di dunia, termasuk di antaranya dua aksara tradisional di Indonesia.

Manfaat Pencantuman Aksara Tradisional Indonesia ke Unicode serta Proyek Ini

  1. Membantu proses pendidikan
    Pihak guru dan sekolah dapat secara mudah menciptakan dokumen aksara tradisional ini untuk alat bantu belajar mengajar.
  2. Pengenalan aksara tradisional ke media yang baru–web
    Dokumen yang dibuat mengikuti standar Unicode akan diterima secara universal di seluruh dunia. Web merupakan sebuah media yang cocok untuk menjadi rumah baru bagi aksara tradisional kita jika standar ini sudah ditetapkan. Untuk melihat halaman web itu dengan benar, yang diperlukan bagi pengunjung adalah sebuah fonta yang mengandung glif dalam rentang titik yang digunakan oleh aksara tradisional Indonesia. Diharapkan setelah fonta-fonta hasil proyek ini dirilis dalam GPL, fonta ini akan disertakan dalam distribusi-distribusi sistem operasi ataupun terpisah sebagai paket tambahan. Sebagai contoh penerapannya, Wikipedia Bahasa Bugis saat ini telah menggunakan aksara lontara.
  3. Melestarikan budaya negeri moyang kita )

Usaha untuk mencantumkan aksara tradisional Indonesia ke daftar Unicode telah beberapa kali dilakukan oleh warga negara lain. Bahkan berbagai riset pun telah mereka lakukan. Paling tidak mari kita teruskan usaha ini, jangan sepenuhnya bergantung pada orang luar. Toh pada akhirnya kita yang akan memakainya. Jadi, kita sendiri yang harus memastikan bahwa penerapannya akan sesuai dengan kebutuhan kita.

English speakers please see the bottom part

Proyek ini bertujuan untuk membangkitkan kembali aksara-aksara tradisional Indonesia yang sudah masuk ke dalam standar Unicode.

Daftar aksara di Unicode 5.0.0:

  • Lontara/Bugis
  • Bali

Daftar aksara yang sedang diusulkan untuk Unicode versi berikutnya:

  • Batak
  • Hanacaraka/Jawa
  • Rejang
  • Sunda

Dalam jangka panjang proyek ini mungkin dapat mengusulkan aksara-aksara lain yang belum tercakup dalam Unicode.

Untuk bergabung silakan lihat halaman wiki dan bergabung dalam milisnya (aksara-nusantara@googlegroups.com).

This project aims to resurrect some of Indonesian traditional scripts which are already included in Unicode.

The list of scripts in Unicode 5.0.0:

  • Lontara/Buginese
  • Balinese

The list of proposed scripts in next version of Unicode:

  • Batak
  • Javanese
  • Rejang
  • Sundanese

In the long term, this project may propose some other traditional scripts which are not yet covered by Unicode.

http://hudatoriq.web.id/2008/01/15/aksara-nusantara/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: